Maaf bila blog saya belum bisa sesuai harapan karena akses internet yang masih terhambat (SMART saya rusak), sehingga postingan-postingannya saya maksimalkan pada hari ini di perpustakaan.
Terima Kasih untuk Bapak Judhie selaku dosen pengampu mata kuliah ONLINE PR, saya harap blog saya ini dapat bermanfaat bagi publik secara umun dan bagi nilai akhir semester 4 saya secara khusus.
Thursday, 17 June 2010
Kampanye PR Online “Padi CSR Sampoerna”
Kampanye PR Online “Padi CSR Sampoerna”
Sebagai perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, PT Handjaja Mandala Sampoerna Tbk. menjalankan program tanggung jawab perusahaannya kepada petani Indonesia di Karawang melalui program System of Rice Intensification (SRI). Hasil panen padi perdana budidaya metode "System of Rice Intensification" sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan PT HM Samporna Tbk. di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan diserahkan seluruhnya kepada para petani setempat. Konsultan pengembangan metode System of Rice Intensification untuk PT HM Sampoerna Tbk Jumito di Karawang, mengatakan perusahaan itu tidak akan mengambil sedikitpun dari hasil panen tersebut karena kegiatan itu memang bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/Corporate Social Responsibility). Mereka hanya bertugas mendampingi dan melakukan pembinaan kepada para petani. Pendampingan itu dilakukan sesuai dengan program CSR dalam sektor pertanian yang telah dilakukan.
Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Niken Rachmad mengatakan, dalam upaya memberi kontribusi positif kepada para petani Karawang, pihaknya melakukan program CSR sektor pertanian karena Karawang merupakan salah satu daerah lumbung padi. Sudah sepantasnya perusahaan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Menjaga kelestarian sebagai daerah lumbung padi menjadi prioritas perusahaan dalam program CSR.
Dalam memberikan kontribusi positif, program CSR Sampoerna melakukan pengembangan budidaya padi dengan metode SRI di Karawang. Metode ini dinilai bisa menjawab tantangan yang dihadapi para petani Karawang. Dengan melakukan metode SRI, para petani bisa menghemat air dan menghemat biaya produksi.
Pada musim tanam pertama 2010, tepatnya pada periode Januari-April, lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, meningkat hasil panennya hingga 35.9 persen atau mencapai 9,48 ton per hektare. Bila panen padi yang tidak menggunakan metode SRI, rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare.
Program CSR dalam sektor pertanian yang dilakukan PT HM Sampoerna akan terus berlanjut hingga hari-hari mendatang karena hal itu cukup membantu agar petani Karawang mau menggunakan metode SRI yang jelas-jelas dapat lebih menyejahterakan mereka. Selain itu, program CSR memang sudah seherasunya dijalankan secara berkelanjutan demi kemaslahatan perusahaan.
SRI hanyalah sebagian kecil dari program-porgam yang telah dijalan kan Sampoerna sebagai perusahaan yang besar dan merupakan salah satu cara yang cukup baik untuk meningkatkan citra dan reputasi perusahaan dalam skala kecil.
Sebagai perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, PT Handjaja Mandala Sampoerna Tbk. menjalankan program tanggung jawab perusahaannya kepada petani Indonesia di Karawang melalui program System of Rice Intensification (SRI). Hasil panen padi perdana budidaya metode "System of Rice Intensification" sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan PT HM Samporna Tbk. di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan diserahkan seluruhnya kepada para petani setempat. Konsultan pengembangan metode System of Rice Intensification untuk PT HM Sampoerna Tbk Jumito di Karawang, mengatakan perusahaan itu tidak akan mengambil sedikitpun dari hasil panen tersebut karena kegiatan itu memang bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/Corporate Social Responsibility). Mereka hanya bertugas mendampingi dan melakukan pembinaan kepada para petani. Pendampingan itu dilakukan sesuai dengan program CSR dalam sektor pertanian yang telah dilakukan.
Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Niken Rachmad mengatakan, dalam upaya memberi kontribusi positif kepada para petani Karawang, pihaknya melakukan program CSR sektor pertanian karena Karawang merupakan salah satu daerah lumbung padi. Sudah sepantasnya perusahaan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Menjaga kelestarian sebagai daerah lumbung padi menjadi prioritas perusahaan dalam program CSR.
Dalam memberikan kontribusi positif, program CSR Sampoerna melakukan pengembangan budidaya padi dengan metode SRI di Karawang. Metode ini dinilai bisa menjawab tantangan yang dihadapi para petani Karawang. Dengan melakukan metode SRI, para petani bisa menghemat air dan menghemat biaya produksi.
Pada musim tanam pertama 2010, tepatnya pada periode Januari-April, lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, meningkat hasil panennya hingga 35.9 persen atau mencapai 9,48 ton per hektare. Bila panen padi yang tidak menggunakan metode SRI, rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare.
Program CSR dalam sektor pertanian yang dilakukan PT HM Sampoerna akan terus berlanjut hingga hari-hari mendatang karena hal itu cukup membantu agar petani Karawang mau menggunakan metode SRI yang jelas-jelas dapat lebih menyejahterakan mereka. Selain itu, program CSR memang sudah seherasunya dijalankan secara berkelanjutan demi kemaslahatan perusahaan.
SRI hanyalah sebagian kecil dari program-porgam yang telah dijalan kan Sampoerna sebagai perusahaan yang besar dan merupakan salah satu cara yang cukup baik untuk meningkatkan citra dan reputasi perusahaan dalam skala kecil.
Krisis Global dan Berkembangnya Online Public Relations
Public relations (PR) sekarang ini menjadi sebuah profesi yang fenomenal di dunia global. Namun, meskipun di Indonesia peran seorang PR belum terlalu booming, sudah mulai banyak orang mengenal bahwa PR adalah sebuah profesi yang bergengsi, memiliki integritas yang tinggi, dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif kepada masyarakat. Sementara di dalam negeri pada awal tahun 2009, PR menjadi suatu profesi yang paling diandalkan baik oleh organisasi maupun perusahaan yang sedang mengalami krisis. PR selalu berperan mulai dari kasus lumpur Lapindo, Omni International hospital, Garuda Indonesia, Aqua, dan masih ada kasus lainnya.
Hal-hal di atas adalah beberapa peran dari PR yang sudah dikenal oleh public melalui media. Karena PR pada saat ini sudah menggunakan social media sebagai sarana publikasi apa yang pernah dijalankan oleh PR. Pada dasarnya PR memang dapat melakukan publikasi tanpa menunggu media yang memberitakan, karena itu sekarang PR bisa langsung melakukan pemberitahuan kepada masyarakat untuk memberitahukan apa yang pernah dikerjakannya tanpa menunggu para wartawan mengangkatnya menjadi berita. Tetapi tidak bisa disalahkan juga jika PR ingin menaruh harapan kepada media untuk memublikasikan program-program yang sudah dikerjakan. Seperti yang diketahui bahwa third party endorsement lebih dipercaya public daripada perusahaan itu sendiri yang melakukan pemberitaan mengenai dirinya, seperti melalui iklan ataupun advertorial.
Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya peran PR secara besar-besaran adalah krisis global. Krisis yang dialami oleh Amerika Serikat beberapa waktu lalu ternyata memiliki dampak yang sangat luas, tidak hanya bagi perekonomian beberapa negara, tetapi juga bagi perkembangan profesi PR dan web 2.0. Krisis tersebut tentu saja memberikan dampak negatif bagi kelangsungan perusahaan media cetak. Namun, dalam kenyataannya, krisis ekonomi bukanlah satu-satunya penyebab perusahaan media cetak gulung tikar. Berkembangnya web 2.0 dan pemanfaatannya untuk PR merupakan faktor yang krusial.
Web 2.0 merupakan online media yang kini banyak dimanfaatkan sebagai pengganti media cetak. Hal ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah krisis ekonomi, yaitu untuk menekan biaya produksi. Online PR maupun online journalism memberikan beberapa kelebihan atau keuntungan yang tidak diberikan media cetak, antara lain :
1. Biaya produksi dan maintenance yang relative lebih murah.
2. Kecepatan dalam penyajian informasi.
3. Tingkat interaktif komunikasi yang jauh lebih tinggi daripada media cetak.
4. Jangkauan audience yang lebih luas, melewati batas ruang dan waktu (interkoneksitas).
5. Penyebaran informasi yang lebih cepat dan massive.
Oleh karena itu, peran media cetak mulai tergantikan oleh media online. Apalagi PR zaman ini yang sudah tidak terlalu bergantung pada publikasi di media yang berbayar. Namun, dibalik seluruh kelebihannya itu, media online juga memiliki kelemahan, seperti kurang akurat dan komprehensifnya sebuah informasi karena deadline yang sempit. Tatpi tetap saja seorang PR tidak boleh sembarangan menggunakan media online untuk mempublikasikan program-programnya, mereka harus tetap bisa menjaga kredibilitasnya agar public bisa percaya dan tidak apatis seperti sikap mereka saat ini terhadap iklan.
Social media yang menggunakan web 2.0 sudah tak jarang lagi ditemukan, seperti facebook, twitter, Wikipedia, blog, GoogleBUZZ, KasKus, dan sebagainya. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna media online untuk berkomunikasi dan berinteraksi, baik dengan sesama maupun dengan perusahaan yang menggunakan web tersebut. Dalam istilah komunikasi, ini disebut “transaksional”, dimana komunikator bisa bertindak sebagai komunikan dan dalam waktu yang bersamaan komunikan juga bisa bertindak sebagai komunikator. Sehingga timbal balik bisa berlangsung secaral langsung dan cepat.
Kebebasan dalam berinteraksi yang melewati batas ruang ini kerap kali memberikan dampak yang kurang baik, seperti isu-isu negatif tentang suatu organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan online monitoring untuk meng-counter ataupun mengklarifikasi isu-isu tersebut dan dijadikan sebagai suatu peluang untuk membangun citra dan reputasi yang lebih baik lagi bagi perusahaan. Online PR tidak hanya meng-counter isu-isu tersebut, tetapi juga dapat berfungsi untuk menjalin hubungan dengan para pengguna media online (customer). Online PR disini tidak hanya difungsikan di saat krisis, tetapi juga untuk memelihara hubungan baik dengan para pengguna media online yang akhirnya akan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan atau organisasi.
Arus informasi yang berkembang cepat menuntut perusahaan atau organiasasi untuk ikut bergerak secara cepat juga. Hal ini diwujudkan dengan menggunakan online PR yang melakukan online monitoring. Secara online, perusahaan atau organisasi dapat memberikan secara cepat dan terpercaya tanggapan mengenai isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat mengenai perusahaan tersebut.
Kecepatan dalam pemberian informasi ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang semakin meningkat seiring berkembangnya media online, salah satunya adalah web 2.0. Seperti yang diungkapkan oleh McLuhan, perkembangan tekhnologi menyebabkan terbentuknya global village. Global village adalah fenomena dimana dunia menjadi terhubung satu dengan yang lainnya karena informasi dapat diakses melampaui batas ruang dan waktu seakan-akan dunia ini sempit (desa). Sebagai contoh, penyerang Israel terhadap bala bantuan dunia melalui misi kemanusiaan Freedom Frotilla yang terjadi di laut tengah dapat diketahui oleh dunia hanya dalam hitungan menit saja. Dan seketika itu juga kecaman masyarakat dunia terhadap Israel berdatangan, baik melalui media massa maupun social media. Terutama di twitter yang menjadikan #freedomfrotilla sebagai trending topics saat itu. Contoh terkini adalah diriliisnya iPhone4 yang telah berhari-hari menjadi trending topics di twitter merupakan salah satu keberhasilan PR dari Apple Corp. yang memanfaatkan efek domino twitter yang masif secara positif.
Dari kasus-kasus diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa peran Public Relations dalam membangun komunkasi yang positif dengan publiknya tak lepas dari perkembangan dan konvergensi media yang berlangsung sangat cepat sekarang ini. Kebutuhan komunikasi masyarakat luas maupun publik secara khusus yang bersentuhan langsung dengan perusahaan pun sudah sangat saling ketergantungan. Kini perkembangan perusahaan sudah tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa besar penjualan yang berhasil mereka lakukan dan seberapa besar profit yang bisa mereka dapatkan, tetapi juga ditentukan seberapa baik citra dan reputasi perusahaan tersebut di mata publik. Sementara kebutuhan komunikasi public saat ini adalah web, web, dan web. Sehingga seorang praktisi PR dari sebuah perusahaan baik yang kecil maupun yang raksasa tidak bisa sedikitpun mengabaikan peran web bagi perusahaan.
Hal-hal di atas adalah beberapa peran dari PR yang sudah dikenal oleh public melalui media. Karena PR pada saat ini sudah menggunakan social media sebagai sarana publikasi apa yang pernah dijalankan oleh PR. Pada dasarnya PR memang dapat melakukan publikasi tanpa menunggu media yang memberitakan, karena itu sekarang PR bisa langsung melakukan pemberitahuan kepada masyarakat untuk memberitahukan apa yang pernah dikerjakannya tanpa menunggu para wartawan mengangkatnya menjadi berita. Tetapi tidak bisa disalahkan juga jika PR ingin menaruh harapan kepada media untuk memublikasikan program-program yang sudah dikerjakan. Seperti yang diketahui bahwa third party endorsement lebih dipercaya public daripada perusahaan itu sendiri yang melakukan pemberitaan mengenai dirinya, seperti melalui iklan ataupun advertorial.
Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya peran PR secara besar-besaran adalah krisis global. Krisis yang dialami oleh Amerika Serikat beberapa waktu lalu ternyata memiliki dampak yang sangat luas, tidak hanya bagi perekonomian beberapa negara, tetapi juga bagi perkembangan profesi PR dan web 2.0. Krisis tersebut tentu saja memberikan dampak negatif bagi kelangsungan perusahaan media cetak. Namun, dalam kenyataannya, krisis ekonomi bukanlah satu-satunya penyebab perusahaan media cetak gulung tikar. Berkembangnya web 2.0 dan pemanfaatannya untuk PR merupakan faktor yang krusial.
Web 2.0 merupakan online media yang kini banyak dimanfaatkan sebagai pengganti media cetak. Hal ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah krisis ekonomi, yaitu untuk menekan biaya produksi. Online PR maupun online journalism memberikan beberapa kelebihan atau keuntungan yang tidak diberikan media cetak, antara lain :
1. Biaya produksi dan maintenance yang relative lebih murah.
2. Kecepatan dalam penyajian informasi.
3. Tingkat interaktif komunikasi yang jauh lebih tinggi daripada media cetak.
4. Jangkauan audience yang lebih luas, melewati batas ruang dan waktu (interkoneksitas).
5. Penyebaran informasi yang lebih cepat dan massive.
Oleh karena itu, peran media cetak mulai tergantikan oleh media online. Apalagi PR zaman ini yang sudah tidak terlalu bergantung pada publikasi di media yang berbayar. Namun, dibalik seluruh kelebihannya itu, media online juga memiliki kelemahan, seperti kurang akurat dan komprehensifnya sebuah informasi karena deadline yang sempit. Tatpi tetap saja seorang PR tidak boleh sembarangan menggunakan media online untuk mempublikasikan program-programnya, mereka harus tetap bisa menjaga kredibilitasnya agar public bisa percaya dan tidak apatis seperti sikap mereka saat ini terhadap iklan.
Social media yang menggunakan web 2.0 sudah tak jarang lagi ditemukan, seperti facebook, twitter, Wikipedia, blog, GoogleBUZZ, KasKus, dan sebagainya. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna media online untuk berkomunikasi dan berinteraksi, baik dengan sesama maupun dengan perusahaan yang menggunakan web tersebut. Dalam istilah komunikasi, ini disebut “transaksional”, dimana komunikator bisa bertindak sebagai komunikan dan dalam waktu yang bersamaan komunikan juga bisa bertindak sebagai komunikator. Sehingga timbal balik bisa berlangsung secaral langsung dan cepat.
Kebebasan dalam berinteraksi yang melewati batas ruang ini kerap kali memberikan dampak yang kurang baik, seperti isu-isu negatif tentang suatu organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan online monitoring untuk meng-counter ataupun mengklarifikasi isu-isu tersebut dan dijadikan sebagai suatu peluang untuk membangun citra dan reputasi yang lebih baik lagi bagi perusahaan. Online PR tidak hanya meng-counter isu-isu tersebut, tetapi juga dapat berfungsi untuk menjalin hubungan dengan para pengguna media online (customer). Online PR disini tidak hanya difungsikan di saat krisis, tetapi juga untuk memelihara hubungan baik dengan para pengguna media online yang akhirnya akan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan atau organisasi.
Arus informasi yang berkembang cepat menuntut perusahaan atau organiasasi untuk ikut bergerak secara cepat juga. Hal ini diwujudkan dengan menggunakan online PR yang melakukan online monitoring. Secara online, perusahaan atau organisasi dapat memberikan secara cepat dan terpercaya tanggapan mengenai isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat mengenai perusahaan tersebut.
Kecepatan dalam pemberian informasi ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang semakin meningkat seiring berkembangnya media online, salah satunya adalah web 2.0. Seperti yang diungkapkan oleh McLuhan, perkembangan tekhnologi menyebabkan terbentuknya global village. Global village adalah fenomena dimana dunia menjadi terhubung satu dengan yang lainnya karena informasi dapat diakses melampaui batas ruang dan waktu seakan-akan dunia ini sempit (desa). Sebagai contoh, penyerang Israel terhadap bala bantuan dunia melalui misi kemanusiaan Freedom Frotilla yang terjadi di laut tengah dapat diketahui oleh dunia hanya dalam hitungan menit saja. Dan seketika itu juga kecaman masyarakat dunia terhadap Israel berdatangan, baik melalui media massa maupun social media. Terutama di twitter yang menjadikan #freedomfrotilla sebagai trending topics saat itu. Contoh terkini adalah diriliisnya iPhone4 yang telah berhari-hari menjadi trending topics di twitter merupakan salah satu keberhasilan PR dari Apple Corp. yang memanfaatkan efek domino twitter yang masif secara positif.
Dari kasus-kasus diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa peran Public Relations dalam membangun komunkasi yang positif dengan publiknya tak lepas dari perkembangan dan konvergensi media yang berlangsung sangat cepat sekarang ini. Kebutuhan komunikasi masyarakat luas maupun publik secara khusus yang bersentuhan langsung dengan perusahaan pun sudah sangat saling ketergantungan. Kini perkembangan perusahaan sudah tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa besar penjualan yang berhasil mereka lakukan dan seberapa besar profit yang bisa mereka dapatkan, tetapi juga ditentukan seberapa baik citra dan reputasi perusahaan tersebut di mata publik. Sementara kebutuhan komunikasi public saat ini adalah web, web, dan web. Sehingga seorang praktisi PR dari sebuah perusahaan baik yang kecil maupun yang raksasa tidak bisa sedikitpun mengabaikan peran web bagi perusahaan.
Cybercommunity pada Jejaring Sosial “Twitter”
Cybercommunity pada Jejaring Sosial “Twitter”
Masyarakat adalah kelompok-kelompok orang yang menempati sebuah wilayah (territorial) tertentu, yang hidup secara relatif lama, saling berkomunikasi, memiliki symbol-simbol dan aturan tertentu serta sistem hokum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebagai bagian dari anggota masyarkat sersebut secara relatif dapat menghidupi dirinya sendiri. Ketika penemuan teknologi informasi seprtiyang dijelaskan di atas berkembang dalam skala missal, maka teknologi itu telah mengubah bentuk masyarakat manusia, dari masyarakat dunia local, menjadi masyarakat dunia global, sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi, serta teknologi yang begitu cepat den begitu besar memengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar di masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu dengan yang lainnya.
Perkembangan teknologi informasi juga tak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat, sehingga tanpa disadari, komunitas manusia telah hidup dalam dua kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity).
Pada awalnya masyarakat maya adalah sebuah fantasi manusia tentang dunia lain yang lebih maju dari dunia saat ini. Fantasi tersebut adalah sebuah hiper-realitas manusia tentang nilai, citra, dan makna kehidupan manusia sebagai lambing dari pembebasan manusia terhadap kekuasaan materi dan alam semesta. Namun ketika teknologi manusia mampu mengungkapkan misteri pengtahuan itu, maka manusia mampu mwnciptakan ruang kehidupan baru bagi manusia di dalam dunia hiper-realitas itu.
Proses bagaimana masyarakat biasa berubah menjadi cybercommunity tak terlepas dari peran internet yang menghubungan seluruh penjuru dunia. Salah satu yang sangat berpengaruh saat ini adalah peran social media. Dan yang paling pesat perkembangannya adalah Facebook dan Twitter. Dalam kasus ini saya mengambil Twitter sebagai model.
Twitter adalah salah satu social media yang paling realtime saat ini karena arus informasi yang dapat diakses oleh user sangat cepat, ditambah lagi fitur trending topics yang dapat mengetahui informasi apa yang sedang menjadi trend dunia. Di twitter, sebagai microblog pribadi, kita dapat meng-update status, apapun itu yang ingin kita tulis dan bagi ke khalayak yang menjadi teman-teman kita. Di situ kita juga dapat mem¬-follow¬ akun-akun favorit yang dirasa perlu kita ketahui update-nya. Misalanya artis-artis kesayangan, maupun akun berita ayng bisa menambah informasi.
Dibandingkan dengan facebook, sebagai social media terbesar, twitter belum ada apa-apanya. Meskipun dengan perkembangan yang sangat pesat, diyakini twitter akan mampu menyaingi user facebook dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan karena pengguna facebook sudah mulai bosan, ditambah lagi maraknya perpindahan trend user dari facebook ke twitter. Sebagai microblog, twitter tentunya juga bersaing dengan blog-blog konvensional seperti Blogspot ataupun Wordpress. Namun begitu, twitter tentunya tetap menjadi pilihan karena sangat mobile dan banyak sekali user-nya.
Perbedaan Twitter dan Facebook
Perbedaan antara twitter dan facebook terletak pada kompleksitas dan simplisitas. Layanan facebook hadir dengan berbagai macam fitur yang bisa dibilang komplit. Semua ada di facebook, mulai dari sekadar update status, berbagi link, berbagi gambar, berbagi video, berkirim pesan, blogging (note), chatting. Tidak hanya fitur itu yang di sajikan oleh facebook , media ini juga menyediakan fitur undangan (invitation), cause, quiz, grup, dan sebagainya. Facebook seolah-olah menawarkan konsep ’one-stop-visit’ kalau orang sering belanja maka di kenal dengan ’one-stop-shopping’. Sebaliknya, twitter justru menawarkan kesederhanaan. Bisa dibilang, twitter tidaklah lebih dari sekadar update status tetapi sekarang mulai ditambahi beberapa fitur pendukung. Bahkan, status yang kita tulis pun dibatasi hanya sampai 140 karakter saja maka dari itu twitter dikategorikan dalam microblogging. Namun konon, loading status pada twitter lebih kilat alias lebih cepat dan dijamin langsung tayang dibandingkan facebook. Dan ternyata, justru karena kesederhanaannya ini, twitter seringkali lebih digemari daripada facebook.
Pada layanan twitter yang membedakan dengan facebook adalah fitur ’following’ dan ‘follower’. Following artinya teman-teman yang kita ikuti, sedangkan follower artinya teman-teman yang mengikuti kita. Sementara di Facebook, semua teman kita punya sebutan yang sama, ’friend’. Dilihat dari keamanannya menurut berita yang beredar twitter lebih mudah dibobol oleh para hacker atau lebih tepatnya cracker daripada facebook. Ambil saja contoh kasus bobolnya akun twitter Barack Obama, Britney Spears, dan para pesohor lainnya di tangan para cracker.
Dari sisi bagaimana keduanya bisa diakses, yang menarik dari twitter adalah pengguna bisa meng-update statusnya dari segala jenis ponsel (yang jadul sekalipun) melalui layanan pesan pendek alias sms. Mekanismenya, sms dikirimkan ke twitter, kemudian twitter seketika itu juga akan menayangkan status baru tersebut ke halaman akun twitter sang pengguna. Namun kini, twitter dan facebook barangkali tidak perlu dipertentangkan satu sama lain, meski keduanya tetap bersaing satu sama lain. Kita bisa saja memiliki akun di dua situs tersebut sekaligus, namun cukup menulis update status kita sekali saja di twitter, dan seketika itu juga status yang sama akan muncul di halaman facebook Anda. Caranya, kita hanya perlu mengintegrasikan alias menghubungkan akun twitter kita ke akun facebook kita. Sebaliknya juga bisa, kita cukup menulis update status kita sekali saja di facebook, dan seketika itu juga status yang sama akan muncul di halaman twitter kita. Caranya, hubungkan akun facebook kita ke akun twitter kita.
Komunitas di Twitter
Komunitas maya memiliki kehidupan kelompokyang rumit. Umumnya kelompok social ini dibangun berdasarkan pada hubungan-hubungan sekunder, sehingga pengelompokkan mereka didasarkan pada kegemaran dan kebutuhan anggota masyarakat terhadap kelompok tersebut. pada dasarnya ada dua model keanggotaan kelompok social maya, yaitu kelompok intra dan kelompok inter. Kelompok intra adalah keanggotaan seseorang dalam unit-unit kelompok intra yang berpusat pada server tertentu yang sifatnya menyerupai serumpun anggota dalam suatu institusi tertentu. Selain sifat kelompok social dalam masyarakat maya menonjol dalam cirri sekunder, dengan dua ciri yaitu free dan members, maka kelompok tersebut juga memiliki sifat crowd, yaitu bekerumun dalam jaringan tertentu, ngobrol (chatting), berkenalan dan kemudian pergi. Yang paling penting dan menjadi ciri khas dari sifat keanggotaan dalam masyarakat maya adalah eksistensi mereka di dalam kelompok atau jaringan tersebut. Bahwa kehadiran setiap anggota dalam sebuah kelompok jaringan diperhitungkan berdasarkan pada seberapa besar anggota itu menggunakan ruang dalam space yang disediakan oleh host.
Dalam komunitas di twitter, pengguna tidak harus secara resmi bergabung ke dalam organisasi secara formal. Dengan mem-follow orang yang ingin kita ikuti update-an statusnya. Setelah itu, dia akan mem-follow back akun kita. Barulah komunikasi interaktif dengan feedback kilat secara tekstual bisa kita lakukan. Kita akan merasakan bagaimana menjadi anggota masyarakat di dunia maya ketika kita begitu aktif dan intens mengikuti perkembangan informasi yang terjadi di jejaring sosial yang kita gunakan. Pada saat yang bersamaan, kita juga ikut masuk ke dalam crowd yang terjadi di dunia cyber sebagai anggota masyarakatnya.
Masyarakat adalah kelompok-kelompok orang yang menempati sebuah wilayah (territorial) tertentu, yang hidup secara relatif lama, saling berkomunikasi, memiliki symbol-simbol dan aturan tertentu serta sistem hokum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebagai bagian dari anggota masyarkat sersebut secara relatif dapat menghidupi dirinya sendiri. Ketika penemuan teknologi informasi seprtiyang dijelaskan di atas berkembang dalam skala missal, maka teknologi itu telah mengubah bentuk masyarakat manusia, dari masyarakat dunia local, menjadi masyarakat dunia global, sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi, serta teknologi yang begitu cepat den begitu besar memengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar di masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu dengan yang lainnya.
Perkembangan teknologi informasi juga tak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat, sehingga tanpa disadari, komunitas manusia telah hidup dalam dua kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity).
Pada awalnya masyarakat maya adalah sebuah fantasi manusia tentang dunia lain yang lebih maju dari dunia saat ini. Fantasi tersebut adalah sebuah hiper-realitas manusia tentang nilai, citra, dan makna kehidupan manusia sebagai lambing dari pembebasan manusia terhadap kekuasaan materi dan alam semesta. Namun ketika teknologi manusia mampu mengungkapkan misteri pengtahuan itu, maka manusia mampu mwnciptakan ruang kehidupan baru bagi manusia di dalam dunia hiper-realitas itu.
Proses bagaimana masyarakat biasa berubah menjadi cybercommunity tak terlepas dari peran internet yang menghubungan seluruh penjuru dunia. Salah satu yang sangat berpengaruh saat ini adalah peran social media. Dan yang paling pesat perkembangannya adalah Facebook dan Twitter. Dalam kasus ini saya mengambil Twitter sebagai model.
Twitter adalah salah satu social media yang paling realtime saat ini karena arus informasi yang dapat diakses oleh user sangat cepat, ditambah lagi fitur trending topics yang dapat mengetahui informasi apa yang sedang menjadi trend dunia. Di twitter, sebagai microblog pribadi, kita dapat meng-update status, apapun itu yang ingin kita tulis dan bagi ke khalayak yang menjadi teman-teman kita. Di situ kita juga dapat mem¬-follow¬ akun-akun favorit yang dirasa perlu kita ketahui update-nya. Misalanya artis-artis kesayangan, maupun akun berita ayng bisa menambah informasi.
Dibandingkan dengan facebook, sebagai social media terbesar, twitter belum ada apa-apanya. Meskipun dengan perkembangan yang sangat pesat, diyakini twitter akan mampu menyaingi user facebook dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan karena pengguna facebook sudah mulai bosan, ditambah lagi maraknya perpindahan trend user dari facebook ke twitter. Sebagai microblog, twitter tentunya juga bersaing dengan blog-blog konvensional seperti Blogspot ataupun Wordpress. Namun begitu, twitter tentunya tetap menjadi pilihan karena sangat mobile dan banyak sekali user-nya.
Perbedaan Twitter dan Facebook
Perbedaan antara twitter dan facebook terletak pada kompleksitas dan simplisitas. Layanan facebook hadir dengan berbagai macam fitur yang bisa dibilang komplit. Semua ada di facebook, mulai dari sekadar update status, berbagi link, berbagi gambar, berbagi video, berkirim pesan, blogging (note), chatting. Tidak hanya fitur itu yang di sajikan oleh facebook , media ini juga menyediakan fitur undangan (invitation), cause, quiz, grup, dan sebagainya. Facebook seolah-olah menawarkan konsep ’one-stop-visit’ kalau orang sering belanja maka di kenal dengan ’one-stop-shopping’. Sebaliknya, twitter justru menawarkan kesederhanaan. Bisa dibilang, twitter tidaklah lebih dari sekadar update status tetapi sekarang mulai ditambahi beberapa fitur pendukung. Bahkan, status yang kita tulis pun dibatasi hanya sampai 140 karakter saja maka dari itu twitter dikategorikan dalam microblogging. Namun konon, loading status pada twitter lebih kilat alias lebih cepat dan dijamin langsung tayang dibandingkan facebook. Dan ternyata, justru karena kesederhanaannya ini, twitter seringkali lebih digemari daripada facebook.
Pada layanan twitter yang membedakan dengan facebook adalah fitur ’following’ dan ‘follower’. Following artinya teman-teman yang kita ikuti, sedangkan follower artinya teman-teman yang mengikuti kita. Sementara di Facebook, semua teman kita punya sebutan yang sama, ’friend’. Dilihat dari keamanannya menurut berita yang beredar twitter lebih mudah dibobol oleh para hacker atau lebih tepatnya cracker daripada facebook. Ambil saja contoh kasus bobolnya akun twitter Barack Obama, Britney Spears, dan para pesohor lainnya di tangan para cracker.
Dari sisi bagaimana keduanya bisa diakses, yang menarik dari twitter adalah pengguna bisa meng-update statusnya dari segala jenis ponsel (yang jadul sekalipun) melalui layanan pesan pendek alias sms. Mekanismenya, sms dikirimkan ke twitter, kemudian twitter seketika itu juga akan menayangkan status baru tersebut ke halaman akun twitter sang pengguna. Namun kini, twitter dan facebook barangkali tidak perlu dipertentangkan satu sama lain, meski keduanya tetap bersaing satu sama lain. Kita bisa saja memiliki akun di dua situs tersebut sekaligus, namun cukup menulis update status kita sekali saja di twitter, dan seketika itu juga status yang sama akan muncul di halaman facebook Anda. Caranya, kita hanya perlu mengintegrasikan alias menghubungkan akun twitter kita ke akun facebook kita. Sebaliknya juga bisa, kita cukup menulis update status kita sekali saja di facebook, dan seketika itu juga status yang sama akan muncul di halaman twitter kita. Caranya, hubungkan akun facebook kita ke akun twitter kita.
Komunitas di Twitter
Komunitas maya memiliki kehidupan kelompokyang rumit. Umumnya kelompok social ini dibangun berdasarkan pada hubungan-hubungan sekunder, sehingga pengelompokkan mereka didasarkan pada kegemaran dan kebutuhan anggota masyarakat terhadap kelompok tersebut. pada dasarnya ada dua model keanggotaan kelompok social maya, yaitu kelompok intra dan kelompok inter. Kelompok intra adalah keanggotaan seseorang dalam unit-unit kelompok intra yang berpusat pada server tertentu yang sifatnya menyerupai serumpun anggota dalam suatu institusi tertentu. Selain sifat kelompok social dalam masyarakat maya menonjol dalam cirri sekunder, dengan dua ciri yaitu free dan members, maka kelompok tersebut juga memiliki sifat crowd, yaitu bekerumun dalam jaringan tertentu, ngobrol (chatting), berkenalan dan kemudian pergi. Yang paling penting dan menjadi ciri khas dari sifat keanggotaan dalam masyarakat maya adalah eksistensi mereka di dalam kelompok atau jaringan tersebut. Bahwa kehadiran setiap anggota dalam sebuah kelompok jaringan diperhitungkan berdasarkan pada seberapa besar anggota itu menggunakan ruang dalam space yang disediakan oleh host.
Dalam komunitas di twitter, pengguna tidak harus secara resmi bergabung ke dalam organisasi secara formal. Dengan mem-follow orang yang ingin kita ikuti update-an statusnya. Setelah itu, dia akan mem-follow back akun kita. Barulah komunikasi interaktif dengan feedback kilat secara tekstual bisa kita lakukan. Kita akan merasakan bagaimana menjadi anggota masyarakat di dunia maya ketika kita begitu aktif dan intens mengikuti perkembangan informasi yang terjadi di jejaring sosial yang kita gunakan. Pada saat yang bersamaan, kita juga ikut masuk ke dalam crowd yang terjadi di dunia cyber sebagai anggota masyarakatnya.
Advertorial CSR UMN
Merintis Hubungan Komunitas
Membangun hubungan yang kuat dengan lingkungan sekitar sebagai bagian yang bertolak belakang tidaklah mudah, namun Civitas Akademika UMN mencoba mewujudkan keharmonisan melalui program Community Relations berskala kecil yang diadakan pada 5 Juni 2010 dengan melibatkan Siswa SDN Cihuni II.
Universitas Multimedia Nusantara merupakan Universitas yang baru satu tahun berdiri di lingkungan Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang. Sebelum universitas ini berdiri, tanah yang menjadi lahan dari UMN adalah tanah kosong di sebuah perkampungan yang belum dikenal oleh masyarakat luas.
Universitas yang masih merupakan kepanjangan dari perusahaan media cetak terbesar Kompas Gramedia ini terletak di Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang. Kampus yang memiliki luas 8 hektar ini sudah menjadi sebuah ikon di Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berlandaskan pada sistem ICT (Information and Communication Technology) sebagai basisnya. Kampus yang futuristik dan modern merupakan salah satu syarat mutlak agar semua fasilitas yang menunjang sistem pembelajaran mahasiswa berbasis ICT terpenuhi.
Dimulai dari yang Kecil
Oleh karena itu, UMN peduli bukan hanya kepada civitas akademikanya tapi juga terhadap lingkungan sekitar. Dengan visi UMN menjadi perguruan tinggi unggulan tingkat nasional dan internasional yang berfokus pada bidang ICT, menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi di bidangnya, disertai dengan jiwa technopreneur dan berbudi pekerti luhur. Visi ini dijalankan dengan misi yang salah satunya adalah community relations. Program peduli ini menjadi sebuah ikon yang dijadikan peluang oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi khususnya Public Relations UMN agar mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Karena tanpa adanya faktor eksternal, tidak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang dan bertumbuh menjadi sebuah organisasi yang terpandang oleh publik/masyarakat.
“Saya sangat senang dapat ikut berpartisipasi dalam acara community relations ini,” tutur Albert sebagai Master of Ceremony dalam acara Community Relations yang dijalankan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Ia mengaku sangat senang mengikuti acara ini dan sangat antusias. Karena program yang dapat mengangkat nama baik kampus ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar agar dapat saling mengenal lebih dekat lagi.
Dedikasi untuk Komunitas
Banyak tanggapan yang positif dari berbagai pihak bahwa UMN sadar akan lingkungan sekitarnya dan sudah mau menjalankan salah satu tanggung jawab sosial perusahaannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat yang bermukim di area sekitar kampus tersebut, karena UMN merupakan organisasi besar yang berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang kurang mampu. Siswa-siswi juga dapat “merasakan” fasilitas kampus dan institusi pendidikan yang layak. Dengan adanya Community Relations ini juga, sekolah dasar yang berada sangat dekat – sebatas penyebrangan jalan – dengan universitas dapat mengenal beberapa mahasiswa yang turut mengambil bagian dalam acara ini, sehingga dapat mengghilangkan gap antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar kampus yang notabene sangat bertolak belakang taraf kehidupannya.
“Ada beberapa anak murid yang saya perhatikan bahwa mereka suka melihat Universitas Multimedia Nusantara dari kejauhan sampai terpana. Mungkin dikarenakan mereka berada sangat dekat dengan universitas tetapi mereka tidak bisa melihat dan merasakan atau bahkan terlibat dengan apa yang ada di dalam sana. Tetapi UMN sudah menjalankan ini semua. Kami cukup berterima kasih atas inisiatif rekan-rekan yang telah mendekatkan diri dengan kami semua disini,” ungkap salah satu guru SDN Cihuni II yang juga berprofesi sebagai pedagang makanan di depan kampus.
Community Relations, merupakan salah satu cara terbaik untuk dapat “menyentuh” komunitas di sekitar organisasi yang sangat efektif agar komunikasi antara masyarakat dengan organisasi berjalan dengan baik. UMN telah mampu merintis program tersebut secara sederhana di tahun pertamanya dan akan terus menjalankan program yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak secara berkelanjutan. Hal ini tentunya sejalan visi Universitas Multimedia Nusantara untuk mencetak para lulusannya yang disertai jiwa berbudi pekerti luhur.
Membangun hubungan yang kuat dengan lingkungan sekitar sebagai bagian yang bertolak belakang tidaklah mudah, namun Civitas Akademika UMN mencoba mewujudkan keharmonisan melalui program Community Relations berskala kecil yang diadakan pada 5 Juni 2010 dengan melibatkan Siswa SDN Cihuni II.
Universitas Multimedia Nusantara merupakan Universitas yang baru satu tahun berdiri di lingkungan Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang. Sebelum universitas ini berdiri, tanah yang menjadi lahan dari UMN adalah tanah kosong di sebuah perkampungan yang belum dikenal oleh masyarakat luas.
Universitas yang masih merupakan kepanjangan dari perusahaan media cetak terbesar Kompas Gramedia ini terletak di Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang. Kampus yang memiliki luas 8 hektar ini sudah menjadi sebuah ikon di Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berlandaskan pada sistem ICT (Information and Communication Technology) sebagai basisnya. Kampus yang futuristik dan modern merupakan salah satu syarat mutlak agar semua fasilitas yang menunjang sistem pembelajaran mahasiswa berbasis ICT terpenuhi.
Dimulai dari yang Kecil
Oleh karena itu, UMN peduli bukan hanya kepada civitas akademikanya tapi juga terhadap lingkungan sekitar. Dengan visi UMN menjadi perguruan tinggi unggulan tingkat nasional dan internasional yang berfokus pada bidang ICT, menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi di bidangnya, disertai dengan jiwa technopreneur dan berbudi pekerti luhur. Visi ini dijalankan dengan misi yang salah satunya adalah community relations. Program peduli ini menjadi sebuah ikon yang dijadikan peluang oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi khususnya Public Relations UMN agar mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Karena tanpa adanya faktor eksternal, tidak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang dan bertumbuh menjadi sebuah organisasi yang terpandang oleh publik/masyarakat.
“Saya sangat senang dapat ikut berpartisipasi dalam acara community relations ini,” tutur Albert sebagai Master of Ceremony dalam acara Community Relations yang dijalankan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Ia mengaku sangat senang mengikuti acara ini dan sangat antusias. Karena program yang dapat mengangkat nama baik kampus ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar agar dapat saling mengenal lebih dekat lagi.
Dedikasi untuk Komunitas
Banyak tanggapan yang positif dari berbagai pihak bahwa UMN sadar akan lingkungan sekitarnya dan sudah mau menjalankan salah satu tanggung jawab sosial perusahaannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat yang bermukim di area sekitar kampus tersebut, karena UMN merupakan organisasi besar yang berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang kurang mampu. Siswa-siswi juga dapat “merasakan” fasilitas kampus dan institusi pendidikan yang layak. Dengan adanya Community Relations ini juga, sekolah dasar yang berada sangat dekat – sebatas penyebrangan jalan – dengan universitas dapat mengenal beberapa mahasiswa yang turut mengambil bagian dalam acara ini, sehingga dapat mengghilangkan gap antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar kampus yang notabene sangat bertolak belakang taraf kehidupannya.
“Ada beberapa anak murid yang saya perhatikan bahwa mereka suka melihat Universitas Multimedia Nusantara dari kejauhan sampai terpana. Mungkin dikarenakan mereka berada sangat dekat dengan universitas tetapi mereka tidak bisa melihat dan merasakan atau bahkan terlibat dengan apa yang ada di dalam sana. Tetapi UMN sudah menjalankan ini semua. Kami cukup berterima kasih atas inisiatif rekan-rekan yang telah mendekatkan diri dengan kami semua disini,” ungkap salah satu guru SDN Cihuni II yang juga berprofesi sebagai pedagang makanan di depan kampus.
Community Relations, merupakan salah satu cara terbaik untuk dapat “menyentuh” komunitas di sekitar organisasi yang sangat efektif agar komunikasi antara masyarakat dengan organisasi berjalan dengan baik. UMN telah mampu merintis program tersebut secara sederhana di tahun pertamanya dan akan terus menjalankan program yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak secara berkelanjutan. Hal ini tentunya sejalan visi Universitas Multimedia Nusantara untuk mencetak para lulusannya yang disertai jiwa berbudi pekerti luhur.
Subscribe to:
Posts (Atom)