Showing posts with label csr. Show all posts
Showing posts with label csr. Show all posts

Saturday, 16 August 2014

Perizinan Penggunaan Rumah Albi di Alfamart Mudah


Perizinan Penggunaan Rumah Albi di Alfamart Mudah


Siapa bilang di dunia ini tidak ada yang gratis? Tengok saja fasilitas yang disediakan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya, perusahaan yang mengelola jaringan ritel Alfamart. Fasilitas ini diberi nama Rumah Albi (nama lebah yang menjadi maskot Alfamart), merupakan ruang komunitas yang tersedia di beberapa Toko Alfamart di seluruh Indonesia. Saat ini, terdapat 130 Rumah Albi yang tersebar di 23 Cabang Alfamart.

Rumah Albi sebagai tempat untuk berkumpul, bersosialiasi, berinteraksi dan berbagai macam kegiatan masyarakat/komunitas yang tidak berhubungan dengan SARA dan politik, membantu masyarakat sekitar gerai Alfamart yang membutuhkan tempat dan sarana untuk melakukan beberapa aktivitas kemasyarakatan/komunitas, seperti perkumpulan warga, arisan, ulang tahun, rapat RT/RW, karang taruna, demo masak, dan sebagainya. Ruang komunitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar Toko Alfamart yang menyediakan fasilitas Rumah Albi secara Gratis.

Pengurusan izin penggunaannya pun mudah, pertama perwakilan masyarakat/komunitas harus datang ke gerai Alfamart yang memiliki Rumah Albi untuk melihat jadwal pemakaian ruangan dan bertemu dengan pejabat toko. Kemudian pejabat toko akan memberikan form yang harus diisi.

Kedua, setelah form tersebut diisi harus dibawa ke kantor RT/RW tempat Rumah Albi tersebut berdomisili untuk memperoleh perijinan. Ketiga, membawa form yang telah diisi dan ditandatangani dan dicap oleh pejabat RT/RW ke gerai Alfamart untuk diperiksa. Jika disetujui, pejabat toko akan mencetak struk pemakaian ruangan Rumah Komunitas dan diberikan kepada perwakilan masyarakat atau komunitas. Dalam struk tersebut terdapat jadwal pemakaian Rumah Albi.

Terakhir, bawa dan tunjukkan struk tersebut kepada pejabat toko untuk divalidasi sesaat sebelum masyarakat menggunakan Rumah Komunitas. Jika valid, maka pejabat toko akan menandatangani dan mencap struk tersebut. Setelah itu, barulah masyarakat dapat menggunakan Rumah Komunitas. (FD)

Bos Alfamart Luncurkan Program Sekolah Binaan



Bos Alfamart Luncurkan Program Sekolah Binaan 




PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) sebagai pengelola jaringan toko Alfamart dan Alfamidi meluncurkan Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi, yang difasilitasi oleh Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF – SDO), suatu jasa layanan pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas sekolah dan pendidik untuk membantu Indonesia menghadapi tantangan global. Program ini merupakan salah satu bentuk bentuk komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi merupakan upaya untuk membantu sekolah-sekolah meningkatkan kualitasnya sehingga dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan berkompeten. “Program yang akan diinisiasi SAT bersama dengan PSF-SDO adalah Pembinaan 3 SD yang berada wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan ini merupakan pilot project dari Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi. Tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dari yang kurang baik menjadi setara dengan sekolah-sekolah unggulan,” jelas Nur Rachman, Corporate Communications GM SAT.

Pada periode 16-31 Juli 2014 Alfamart dan Alfamidi telah mengajak partisipasi pelanggan dengan mendonasikan uang kembalian atau Donasi Bebas melalui kasir di seluruh toko. Pada periode tersebut, Jaringan Toko Alfamart Alfamidi telah berhasil mengumpulkan Rp 1.632.511.096 donasi pelanggan. Hasil dari penggalangan dana ini, kemudian juga akan digunakan untuk menjalankan pelatihan peningkatan kualitas guru-guru Sekolah Dasar (SD) di beberapa kota di Indonesia selain membina 3 sekolah di Tangerang yang akan dijalankan segera setelah tahun ajaran baru 2014/2015 dimulai.

“Kami juga mengucapkan terima kasih bagi para pelanggan yang telah mendonasikan uangnya untuk menyukseskan program yang mencerdaskan anak bangsa ini. Semoga program ini dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” pungkas Nur Rachman. (FD)

Alfamart "Suap" Anak-anak Kemampuan Berbahasa Inggris



Alfamart "Suapi" Anak-anak Kemampuan Berbahasa Inggris ‎

‎
Alfamart kembali mengadakan kegiatan Albi English Club (AEC) pada tahun ajaran baru 2014/2015. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Alfamart di bidang Pendidikan dengan memberikan fasilitas belajar Bahasa Inggris Gratis bagi anak-anak yang tinggal atau bersekolah di sekitar toko.

Pada periode Maret-Juni tahun ini, Alfamart telah berhasil menyelenggarakan Program AEC di 2 Rumah Albi (ruang komunitas yang disediakan Alfamart secara Gratis), yakni di Tangerang dan Depok. Rencananya, AEC akan diadakan kembali di 3 Rumah Albi ditambah dengan 5 kegiatan AEC yang bekerja sama dengan Yayasan Berani Bhakti Bangsa di Wilayah Jabodetabek dan Bandung.

“Penguasaan Bahasa Inggris merupakan hal penting bagi masa depan anak-anak, namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengikuti kursus tambahan, karenanya kami ingin membantu masyarakat untuk mempermudah akses dalam menambah pengetahuan. Lebih dari itu, kami ingin Albi English Club menjadi tempat kedua belajar setelah sekolah, bahkan anak-anak juga bisa membahas tugas-tugas sekolah pada saat sesi belajar, metode belajar yang interaktif juga mendorong anak lebih percaya diri,” jelas Nur Rachman, Corporate Communications GM Alfamart.

AEC merupakan bentuk CSR Alfamart di bidang pendidikan. “Kami berharap masyarakat menyambut positif dilaksanakannya program Albi English Club, sebagai Toko Komunitas kami ingin keberadaan Alfamart dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (FD)

Thursday, 1 September 2011

Road to UMN 2011: Aware, Care to Share (#ACTS)



#ACTS

Road to UMN 2011: Aware, Care to Share (#ACTS) adalah sebuah program Corporate Social Responsibility yang dijalankan oleh Mahasiswa Program Studi Public Relations angkatan 2008 Universitas Multimedia Nusantara untuk menjalin hubungan yang baik antara organisasi dan komunitas masyarakat sekitar kampus terutama SDN Cihuni 1 dan SDN CIhuni 2 pada khususnya. Tagline program ini mengajak para stakeholders dan target audience untuk aware terhadap lingkungan sekitar, lalu setelah mereka aware kami membawa mereka untuk bersimpati dengan care untuk kemudian mengajak mereka berempati dengan cara share.
Dalam program #ACTS ini saya adalah mahasiswa PR’08 sebagai panitia inti yang masuk ke dalam divisi acara atau konseptor konten program. Di divisi ini saya bersama ketiga teman lainnya yaitu Albert, Andrew, dan Paulina bekerjasama untuk mengonsepkan isi acara secara keseluruhan mulai dari pre-event hingga post-event. Saya dan Albert dibantu oleh mahasiswa PR’09 khusus untuk mengurus konsep acara bagian anak-anak yang luar biasa effortnya karena melibatkan peserta dan panitia outsource dalam jumlah yang sangat besar, sementara Andrew dan Paulina mengurusi konsep acara bagian Workshop Guru.
Berikut adalah analisis penilaian kinerja #ACTS secara keseluruhan dari sudut pandang saya sebagai panitia divisi acara.
1. Achievement
Hal-hal positif yang saya dapatkan dari diselenggarakannya #ACTS adalah yang paling besar dirasakan tentunya kerjasama. Karena dengan adanya kebutuhan untuk saling ketergantungan antara panitia satu dengan panitia lain begitu besar sehingga membutuhkan komunikasi yang intensif baik intradivisi maupun antardivisi untuk mengindari terjadinya miskomunikasi agar program ini bisa berjalan dengan baik. #ACTS berhasil terselenggara dengan melibatkan lebih dari seratus panitia yang membutuhkan koordinasi yang tidak hanya intens, tetapi juga mendalam. Dari sinilah saya belajar mengonsepkan sebuah acara mulai dari game, konsumsi yang sesuai, souvenir untuk anak-anak, peralatan yang dibutuhkan, hingga mengatur panitia lain yang berada dibawah divisi acara untuk mereka mengerti dan menjalankan tugas mereka masing-masing dengan baik.
Selain kerjasama, saya juga mendapatkan pelajaran bagaimana memanage waktu dengan baik karena ada beberapa event berbeda yang harus saya kelola berbarengan dengan program ini, diantaranya #Maylicious I’M KOM Temptation sebuah bazaar makanan yang dilaksanakan oleh I’M KOM selama tepat 3 hari berturut-turut dimana saya sebagai pengurus juga masuk sebagai panitianya dan event Banten Indie Documenter Festival yang saat itu juga sedang saya kelola bersama komunitas alumnus SMA Negeri 8 Tangerang. Meskipun saat itu sangat hectic sekali, tapi saya tetap berusaha untuk membagi waktu untuk beberapa event besar tersebut dengan cukup baik dan hasil yang memuaskan.
Saya juga mendapatkan apresiasi yang begitu besar untuk kontribusi dalam program ini dimana tagline yang saya buat yaitu Aware, Care to Share termasuk juga filosofinya (mengajak para stakeholders dan target audience untuk aware terhadap lingkungan sekitar, lalu setelah mereka aware kami membawa mereka untuk bersimpati dengan care untuk kemudian mengajak mereka berempati dengan cara share) disenangi oleh semua orang dan dianggap sangat tepat untuk merepresentasikan program CSR Road to UMN 2011 ini. Tagline ini juga sekalugus mengukuhkan skill saya di bidang copywriting di mata teman-teman.
Kebersamaan menjadi faktor positif yang dapat kami rasakan. Karena program ini melibatkan banyak mahasiswa dan mahasiswi dari jurusan dan angkatan yang berbeda, jadi saya bisa lebih banyak mengenal junior-junior yang menjadi volunteer #ACTS ini. Tidak hanya sampai ketika briefing event ini saja, melainkan juga hingga pasca-event ini banyak panitia yang saling mengenal dan tetap keep in touch. Lalu agak kaget juga ketika melihat anak-anak UMN yang menjadi sangat royal untuk memberikan donasi terhadap program kami ini hingga menyebabkan #ACTS menjadi sangat berhasil tanpa budget yang dipress sedemikian rupa, bahkan sisanya juga masih sangat banyak. Baik panitia inti, volunteer, maupun donator sangat senang untuk terlibat langsung dalam program #ACTS karena yang ditekankan disini adalah slogan “This is not about join us, this is about together we #ACTS”.
Dan achievement terbesar yang saya rasakan adalah ketika anak-anak memulai permainan dan mereka begitu antusias mengikuti semua kegiatan Play n Learn yang telah kami ciptakan. Perasaan merinding karena bahagia menjalar kesuluruh tubuh saat saya mulai berkeliling untuk memantau jalannya program #ACTS dan melihat anak-anak SDN Cihuni bermain sambil belajar membuat saya merasa konsep yang kami buat sangat tepat. Semoga hasil tersebut dapat memberikan semangat bagi mereka untuk bisa lebih dan jauh lebih baik lagi dari saat ini dan tidak berhenti belajar. Belum lagi komentar para guru atas program ini yang luuar biasa positif dan sangat mengiginkan program yang berkelanjutan. #ACTS kami buat bukan untuk mendapatkan nilai semata tetapi pada dasarnya memang murni untuk memberikan ‘sesuatu’ bagi mereka yang kurang mampu, jadi wajar saja jika saya merasa sangat luar biasa bahagia ketika mengetahui program ini berhasil berjalan dengan sangat baik. Puncaknya adalah disaat semua selesai dan Pak Dani mengatakan “BEYOND EXPECTATION!” yang berarti bahwa berjalannya program ini sangat baik hingga sudah melebihi harapan dari yang kita bayangkan sebelumnya.

2. Improvement
Hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi diantaranya adalah koordinasi antara panitia inti dan volunteer, panitia inti dan pihak rektorat UMN, panitia inti dan building management UMN, panitia inti dan stakeholder internal, serta panitia inti dan komunitas setempat terutama pihak SDN Cihuni. Karena banyak kekurangan dalam hal koordinasi terutama dengan pihak internal kampus sendiri dimana masih banyak pihak staf dan rektorat yang belum mengetahui diadakannya program ini sehingga pada saat hari H tidak ada petinggi seperti Rektor atau paling tidak Pelaksana Harian Rektor yang datang dan mendukung secara langsung. Belum lagi ada beberapa pihak terutama para mahasiswa kritikuspasif yang sinis terhadap program ini karena menganggap #ACTS adalah program yang diadakan oleh UMN sebagai program marketingnya sehingga mereka mempresepsikan secara negatif. Komunikasi mengenai program ini seharusnya dilakukan secara jauh-jauh hari kepada pihak internal kampus agar tidak terjadi mispersepsi mengingat waktu kami untuk menyosialisasikan program ini sangat sempit sehingga komunikasi yang terlalu BUZZ disaat-saat awal karena panik menghadapi waktu yang semakin dekat membuat sosialisasi kami jadi terasa annoying.
Keterbatasan waktu itu jugalah yang membuat kami bekerja agak ‘sporadis’ karena persiapan yang sangat sempit. Hal ini dikarenakan perubahan konsep CSR yang akan kami lakukan dulunya bukan melanjutkan program CSR Road UMN yang terdahulu dilakukan oleh para senior kami, tetapi terlalu lama berkutat memikirkan konsep apa yang baik sampai agak lama stuck di event fun bike. Kami baru bisa mulai bekerja secara efektif setelau UTS untuk mengebut program #ACTS ini. Kedepannya waktu juga harus diperhatikan dan program apa yang ingin dijalankan harus ditetapkan jauh-jauh hari.
Medium sosialisasi yang kami gunakan juga masihbisa dikembangkan lagi bila waktunya tidak terlalu sempit. Medium sosialisasi melalui akun Twitter @UMN_CSR contohnya, yang akhirnya baru saya buat atas mandat dari pimpro ketika dua minggu sebelum hari H sehingga masih kurang efektif untuk meng-engaged target audience terhadap #ACTS terlihat dari followersnya yang masih sangat sedikit hanya sampai 60-an saja sampai hari H. Hal ini disebabkan karena adanya perdebatan dalam penggunaan medium sosialisasi apakah akan membuat akun Twitter baru untuk program ini atau tidak. Padahal akun Twitter akan sangat efektif untuk meningkatkan awareness para target audience jika dilakukan sosialisasi jauh-jauh hari. Beruntung ada akun @UMNevents dengan followers lebih dari 700 civitas academica UMN ketika itu yang saya gawangi sendiri sangat efektif untuk lebih dulu membangun awareness sehingga banyak yang mengetahui dan sangat ingin terlibat secara langusng dalam event besar ini.
Dan yang masih saya sebenarnya ingin tingkatkan adalah jumlah peserta yang seharusnya bisa lebih besar lagi dari hanya sekedar kelas 4, 5, dan 6. Yang saya inginkan adalah keterlibatan seluruh siswa SDN Cihuni 1 dan 2 karena saya merasakan sendiri bagaimana atmosfer antusiasme ‘semua’ anak-anak tersebut. Jadi saya masih merasa bersalah sekali karena tidak mampu memperjuangakan agar mereka bisa ikut dalam program #ACTS tahun ini, padahal jika semua panitia inti ikut incharge menagani lobi dengan pihak SDN mereka pasti juga merasakan hal yang sama dengan saya. Dan saya yakin sebenarnya kami semua mampu menangani hingga lebih dari 600 peserta yang terlibat.

3. Lessons Learned
Hal terbesar yang saya pelajari adalah gunakanlah pelajaran yang sudah kita pelajari dari pengalaman terdahulu. Pelajaran ini saya dapatkan ketika menghadapi pihak sekolah baik SDN Cihuni 1 maupun SDN Cihuni 2. Padahal senior kami PR’07 sudah menjelaskan bahwa pihak SDN Cihuni lebih prefer kepada orang-orang pribumi untuk berkomunikasi secara intensif dengan mereka. Saat saya dan Didit incharge di SDN Cihuni 1, kami mendapat sambutan yang sangat hangat dari pihak sekolah baik oleh kepala sekolahnya Pak Anwar maupun para gurunya hingga siswa-siswinya. Namun perlakuan berbeda didapatkan oleh Andrew dan Albert yang incherge di Cihuni 2 yang seharusnya sudah lebih dekat dengan mahasiswa UMN karena tahun lalu pihak sekolah sudah dilibatkan dalam Road to UMN, mereka agak kurang welcome dengan kedatangan pihak UMN. Selidik punya selidik, ternyata memang benar bahwa warga daerah desa Cihuni masih agak rasis sesuai dengan [engalaman tahun lalu. Kesalahan tersebut segra kami perbaiki dengan mengubah strategi pendekatan terhadap pihak SDN Cihuni 2 yaitu saya dan Didit sebagai orang pribumi juga akhirnya incharge juga disana untuk melakukan lobi. Hasil yang cukup baik segera kami dapatkan setelah saya dan Didit juga melakukan komunikasi intensif dengan Pak Slamet selaku Kepala Sekolah Dasar CIhuni 2 sehingga program kami ini dapat diterima dengan baik dan sekolah juga bersedia untuk dilibatkan lagi dalam Road to UMN 2011. Setelah semua hubungan berjalan dengan baik, barulah kami melakukan riset mengenai apa saja yang sebenarkan dibutuhkan masing-masing sekolah. Dari sini juga saya belajar bahwa meng-entertain stakeholders sangat efektif untuk menggolkan sebuah program.
Untuk stakeholders internal juga saya mempelajari bahwa arogansi akan membawa image yang buruk. Hal ini tejadi ketika dalam briefing untuk para volunteer salah satu panitia inti menegaskan bahwa semua panitia tidak mendapatkan makan dan minum serta penghargaan lainnya seperti sertifikat ataupun souvenir yang menyebabkan semangat para volunteer menjadi down dan mengubah persepsi mereka bahwa sepertinya mereka yang butuh kita bukan kita yang butuh mereka. Sontak saja persepsi ini sampai ditelinga kami dan kami segera berusaha mencari solusi untuk meredam persepsi negative tersebut. Akhirnya kami melakukan beberapa inovasi untuk meeting management dalam briefing panitia selanjutnya yaitu dengan memberitahu bahwa program ini beruntung berhasil menggalang dana yang sangat besar sehingga para panitia bisa mendapatkan makan dan minum serta sertifikat. Merekapun bersyukur dan kembali semangat, terlihat ketika hari H dimana mereka sangat antusias untuk mengayomi anak-anak SDN Cihuni.
Selain volunteer, masalah yang kami hadapi yang juga menyangkut stakeholders internal adalah pandangan sinis dari para kritikus pasif (biasanya anak jurnal) yang salah mempersepsikan program #ACTS. Namun akhirnya kesinisan tersebut dapat segera kami redam dengan memberikan pengertian-pengertian mendalam tentang program #ACTS ini dan melibatkan secara langsung beberapa anak jurnalistik.
Lessons learned selanjutnya adalah jangan mempersiapkan segala sesuatu secara mendadak. Salah satu contohnya adalah saat Kaprodi Ilmu Komunikasi Ibu Bertha diminta untuk melukiskan ucapan terimakasih untuk SDN Cihuni di atas kanvas beliau salah menuliskan akronim #ACTS sehingga harus diulangi lagi. Lalu saat foto-foto bersama juga kurang dikoordinasikan sehingga terlalu banyak yang miss pada sesi tersebut.
Makanan juga cukup menjadi perhatian karena Hoka-Hoka Bento menyebabkan sakit perut pada beberapa anak SDN Cihuni karena mereka belum terbiasa memakan mayonnaise yang asam. Catatan yang sangat penting untuk kedepannya karena faktor makanan merupakan faktor krusial yang harus sagat diperhatikan karena apabila salah dalam penanganan akan mengakibatkan senjata makan tuan yang menjadikan image sebuah program menjadi buruk. Untungnya pihak sekolah tidak terlalu mempermasalahkan karena manfaat program ini jauh lebih besar dibanding mudaharat yang tidak sengaja ditimbulkan.

4. What’s Next?
Dalam tahap post-event, kami berencana untuk melakukan kegiatan lanjutan dengan menggunakan uang sisa yang jumlahnya masih sangat banyak. Kami akan memberikan sumbangan berupa alat-alat peraga untukmembatu kegiatan belajar mengajar di SDN Cihuni 1 dan 2, lalu merapikan sekolah mereka terutama pada fasiltas perpustakaan dengn menambahkan buku-buku bacaan. Beberapa dari kami juga diundang oleh SDN Cihuni 1 untuk dapat hadir dalam pembagian rapot sekaligus acara pelepasan untuk membantu memotivasi para lulusan-lulusan agar mau melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Pembubaran panitia juga akan kami lakukan mungkin setelah UAS atau ketika masuk kuliah kembali pada awa tahun ajaran baru untuk memberikan apresiasi tambahan baik kepada panitia inti, volunteer, hingga dosen-dosen yang terlibat dalam #ACTS agar mereka merasa berarti karena telah membantu menyukseskan program ini. Lalu memberikan plakat kepada dosen-dosen yang sudah menjadi pembicara di workshop guru, karena plakatnya baru saja saya ambil tadi siang.
Untuk para penerus, kami mahasiswa PR’08 berharap besar untuk junior-junior agar dapat melanjutkan program Road to UMN: Aware, Care to Share (#ACTS). Entah dengan konsep atau target yang diubah sedemikian rupa, tetapi tagline #ACTS ini bisa terus dipertahankan secara berkesinambungan dalam program-program CSR selanjutnya. Karena #ACTS merupakan key messages yang sangat kuat dan sudah sangat melekat dalam benak para stakeholders baik internal maupun eksternal sebagai semangat dan ‘pengingat’ setiap program CSR yang dijalankan oleh mahasiswa UMN. Sehingga nantinya #ACTS akan dikenal oleh masyarakat luas sebagai identitas dan diidentikkan dengan UMN yang concern akan kepedulian sosial melalui program CSRnya.

Penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami berikan kepada Pak Dani selaku dosen CSR yang menjadi semangat bagi kami untuk menjalankan program ini, tanpa Anda mungkin #ACTS tidak akan pernah ada.

#ACTS!! Aware, Care to Share!!

Thursday, 17 June 2010

Kampanye PR Online “Padi CSR Sampoerna”

Kampanye PR Online “Padi CSR Sampoerna”

Sebagai perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, PT Handjaja Mandala Sampoerna Tbk. menjalankan program tanggung jawab perusahaannya kepada petani Indonesia di Karawang melalui program System of Rice Intensification (SRI). Hasil panen padi perdana budidaya metode "System of Rice Intensification" sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan PT HM Samporna Tbk. di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan diserahkan seluruhnya kepada para petani setempat. Konsultan pengembangan metode System of Rice Intensification untuk PT HM Sampoerna Tbk Jumito di Karawang, mengatakan perusahaan itu tidak akan mengambil sedikitpun dari hasil panen tersebut karena kegiatan itu memang bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/Corporate Social Responsibility). Mereka hanya bertugas mendampingi dan melakukan pembinaan kepada para petani. Pendampingan itu dilakukan sesuai dengan program CSR dalam sektor pertanian yang telah dilakukan.
Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Niken Rachmad mengatakan, dalam upaya memberi kontribusi positif kepada para petani Karawang, pihaknya melakukan program CSR sektor pertanian karena Karawang merupakan salah satu daerah lumbung padi. Sudah sepantasnya perusahaan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Menjaga kelestarian sebagai daerah lumbung padi menjadi prioritas perusahaan dalam program CSR.
Dalam memberikan kontribusi positif, program CSR Sampoerna melakukan pengembangan budidaya padi dengan metode SRI di Karawang. Metode ini dinilai bisa menjawab tantangan yang dihadapi para petani Karawang. Dengan melakukan metode SRI, para petani bisa menghemat air dan menghemat biaya produksi.
Pada musim tanam pertama 2010, tepatnya pada periode Januari-April, lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, meningkat hasil panennya hingga 35.9 persen atau mencapai 9,48 ton per hektare. Bila panen padi yang tidak menggunakan metode SRI, rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare.
Program CSR dalam sektor pertanian yang dilakukan PT HM Sampoerna akan terus berlanjut hingga hari-hari mendatang karena hal itu cukup membantu agar petani Karawang mau menggunakan metode SRI yang jelas-jelas dapat lebih menyejahterakan mereka. Selain itu, program CSR memang sudah seherasunya dijalankan secara berkelanjutan demi kemaslahatan perusahaan.
SRI hanyalah sebagian kecil dari program-porgam yang telah dijalan kan Sampoerna sebagai perusahaan yang besar dan merupakan salah satu cara yang cukup baik untuk meningkatkan citra dan reputasi perusahaan dalam skala kecil.

Advertorial CSR UMN

Merintis Hubungan Komunitas
Membangun hubungan yang kuat dengan lingkungan sekitar sebagai bagian yang bertolak belakang tidaklah mudah, namun Civitas Akademika UMN mencoba mewujudkan keharmonisan melalui program Community Relations berskala kecil yang diadakan pada 5 Juni 2010 dengan melibatkan Siswa SDN Cihuni II.
Universitas Multimedia Nusantara merupakan Universitas yang baru satu tahun berdiri di lingkungan Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang. Sebelum universitas ini berdiri, tanah yang menjadi lahan dari UMN adalah tanah kosong di sebuah perkampungan yang belum dikenal oleh masyarakat luas.
Universitas yang masih merupakan kepanjangan dari perusahaan media cetak terbesar Kompas Gramedia ini terletak di Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang. Kampus yang memiliki luas 8 hektar ini sudah menjadi sebuah ikon di Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berlandaskan pada sistem ICT (Information and Communication Technology) sebagai basisnya. Kampus yang futuristik dan modern merupakan salah satu syarat mutlak agar semua fasilitas yang menunjang sistem pembelajaran mahasiswa berbasis ICT terpenuhi.

Dimulai dari yang Kecil
Oleh karena itu, UMN peduli bukan hanya kepada civitas akademikanya tapi juga terhadap lingkungan sekitar. Dengan visi UMN menjadi perguruan tinggi unggulan tingkat nasional dan internasional yang berfokus pada bidang ICT, menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi di bidangnya, disertai dengan jiwa technopreneur dan berbudi pekerti luhur. Visi ini dijalankan dengan misi yang salah satunya adalah community relations. Program peduli ini menjadi sebuah ikon yang dijadikan peluang oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi khususnya Public Relations UMN agar mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Karena tanpa adanya faktor eksternal, tidak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang dan bertumbuh menjadi sebuah organisasi yang terpandang oleh publik/masyarakat.
“Saya sangat senang dapat ikut berpartisipasi dalam acara community relations ini,” tutur Albert sebagai Master of Ceremony dalam acara Community Relations yang dijalankan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Ia mengaku sangat senang mengikuti acara ini dan sangat antusias. Karena program yang dapat mengangkat nama baik kampus ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar agar dapat saling mengenal lebih dekat lagi.

Dedikasi untuk Komunitas
Banyak tanggapan yang positif dari berbagai pihak bahwa UMN sadar akan lingkungan sekitarnya dan sudah mau menjalankan salah satu tanggung jawab sosial perusahaannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat yang bermukim di area sekitar kampus tersebut, karena UMN merupakan organisasi besar yang berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang kurang mampu. Siswa-siswi juga dapat “merasakan” fasilitas kampus dan institusi pendidikan yang layak. Dengan adanya Community Relations ini juga, sekolah dasar yang berada sangat dekat – sebatas penyebrangan jalan – dengan universitas dapat mengenal beberapa mahasiswa yang turut mengambil bagian dalam acara ini, sehingga dapat mengghilangkan gap antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar kampus yang notabene sangat bertolak belakang taraf kehidupannya.
“Ada beberapa anak murid yang saya perhatikan bahwa mereka suka melihat Universitas Multimedia Nusantara dari kejauhan sampai terpana. Mungkin dikarenakan mereka berada sangat dekat dengan universitas tetapi mereka tidak bisa melihat dan merasakan atau bahkan terlibat dengan apa yang ada di dalam sana. Tetapi UMN sudah menjalankan ini semua. Kami cukup berterima kasih atas inisiatif rekan-rekan yang telah mendekatkan diri dengan kami semua disini,” ungkap salah satu guru SDN Cihuni II yang juga berprofesi sebagai pedagang makanan di depan kampus.
Community Relations, merupakan salah satu cara terbaik untuk dapat “menyentuh” komunitas di sekitar organisasi yang sangat efektif agar komunikasi antara masyarakat dengan organisasi berjalan dengan baik. UMN telah mampu merintis program tersebut secara sederhana di tahun pertamanya dan akan terus menjalankan program yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak secara berkelanjutan. Hal ini tentunya sejalan visi Universitas Multimedia Nusantara untuk mencetak para lulusannya yang disertai jiwa berbudi pekerti luhur.

Pertamina dan Hubungannya dengan Publik dan Bumi

Pertamina dan Hubungannya dengan Publik dan Bumi

“Corporate communication is managing an organization's internal and external communications.”
Berdasarkan definisi di atas, dapat kita ketahui bahwa Corporate Communicatios adalah sebuah divisi dari sebuah perusahaan yang mengatur segala hal yang ada di dalam dan di luar perusahaan yang menyentuh baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan.
Sebagai seorang praktisi junior di bidang corporate communications yang ditunjuk menjadi corporate communications executive dari perusahaan BUMN terbesar dan terkemuka di Indonesia, Pertamina, saya akan memberikan ide yang lebih segar demi kelanjutan perusahaan dan menjaga citra serta reputasi perusahaan. Pertamina sudah melakukan evolusi yang cukup baik dibandingkan BUMN-BUMN yang lain.
PT Pertamina (Persero) (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah bentuk menjadi PT. Persero yang bergerak di bidang energi, petrokimia dan usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar.
Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.
Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utama (Dirut) yang menjabat saat ini adalah Karen Agustiawan. Pelantikan Karen Agustiawan ini mencatat sejarah penting karena ia menjadi wanita pertama yang berhasil menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN terbesar milik Indonesia itu.
Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan.

Visi Pertamina:
Menjadi perusahaan unggul, maju dan terpandang ( To be respected leading company ).
Misi Pertamina:
• Melakukan usaha dalam bidang energi dan petrokimia.
• Merupakan entitas bisnis yang dikelola secara profesional, kompetitif dan berdasarkan tata nilai unggulan.
• Memberikan nilai tambah lebih bagi para pemegang saham, pelanggan, pekerja dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Perubahan yang baru ini tentunya mempengaruhi Corporate ID secara keseluruhan. Mulai dari logo, produk, pelayanan, bahkan hingga ke SPBU-SPBUnya di seluruh pelosok negeri. Pertamina sangat concern akan hal ini karena masuknya competitor yang cukup mumpuni di mata dunia.
All organisations have an identity
But
Not all organisations choose to manage it
And
Not all organisations develop their identities into a brand
Semua organisasi memiliki identitas. Namun, tidak semua organisasi memilih untuk mengatur hal tersebut. dan tidak semua organisasi mengembangkan identitas mereka melalui sebuah brand. Sadar akan hal itu, Pertamina mulai membangun citra dan reputasi positif perusahaan melalui perubahan identitas yang sangat fundamental. Setidaknya ada empat perubahan drastis dari Pertamina:
1. Logo Pertamina dari gambar kuda laut dan bintang ke “P” dengan warna biru, merah, hijau.
2. Produk-produk pertamina yang lebih di tonjolkan lagi, seperti jenis bensin Pertamax dan Pertamax Plus, Bio Diesel, serta pelumas-pelumas yang lebih ditingkatkan lagi kualitasnya.
3. Pelayanan yang optimal dari Pertamina dicerminkan oleh motto “3S” (Senyum, Salam, Sapa) dan “Dimulai daari Nol” untuk menjaga kredibilitasnya.
4. SPBU yang distandarisasi menjadi “Pasti Pas” melalui lembaga independen untuk meningkatkan kualitas di seluruh POM Bensin di Indonesia.






Memang pada awalnya perubahan corporate identity Pertamina tersebut berdampak sangat positif bagi citra dan reputasi perusahaan. Namun, belakangan Pertamina kurang konsisten menjaga standar mutunya. Seperti berkurangnya pelayanan 3S, buruknya SPBU yang telah mendapatkan sertifikasi Pasti Pas, hingga isu naiknya harga BBM bersubsidi. Memang, para kompetitor agaknya kurang berhasil untuk bersaing dengan Pertamina. Contohnya saja, banyak pom-pom Petronas yang gulung tikar, Shell yang masih saja sepi, serta Total yang belum bisa menggaet konsumen Indonesia. Tetapi tidak seharusnya Pertamina harusnya tidak nyaman-nyaman saja dengan kondisi seperti itu. Pertamina harus tetap menjaga kredibilitas dan popularitasnya di mata public strategisnya, terutama konsumen. Untuk itu, saya sebagai corporate communication executive Pertamina ingin menjalankan program-program untuk dapat mempertahankan, memperbaiki, dan mengembangkan citra dan reputasi yang dimiliki perusahaan.
Berikut beberapa pengertian dan fungsi dari corporate communications:
 Corporate communications should be regarded as a new vision of the role of communication both within the organization and the interrelationships between the organization and its environment.
 Corporate communication is not a new profession but a new way of looking at communication management.
 Attention will have to paid to the sciences of strategic management, organization, psychology and to the development of an inter~disciplinary frame work for tackling communication problems .
 To formulate and execute effective procedures in order to facilitate decision-making about matters concerning ‘the way’ of communication and communicating.
 The Total Communications Domain

 The structure of the internal communication


• The structure of the internal communication


Dari beberapa teori di atas, dapat kita ketauhi bahwa rana corporate communicatios sangatlah banyak. Untuk itu, saya akan mebagi beberapa program saya dalam tiga bagian, jangka pendek, menengah, dan panjang agar semua dapat terkontrol dengan baik. Berikut program-program yang akan saya jalankan.
1. Jangka Pendek
Dalam program jangka pendek ini, saya akan berfokus pada pelayanan untuk komunikasi eksternal. Customer Relations dan Investor Relations akan menjadi prioritas untuk satu sampai dua tahun ke depan.
a. Customer Relations
Pada dasarnya hubungan antara perusahaan dengan konsumen sudah cukup membaik, bahkan sangat baik dibandingkan dengan yang dulu. Citra dan reputasi Pertamina sebelumnya sangatlah buruk di mata konsumen. Mulai dari takaran yang tidak pas, begitu banyak kecurangan, petugas SPBU yang arogan, sampai fasilitas yang kurang memadai di setiap pom. Namun, sekarang yang terjadi adalah sebaliknya. Dengan “Senyum, Salam, Sapa”, yaitu program pelayanan yang telah mengubah citra perusahaan yang digalakkan oleh garda terdepan Pertamina, petugas SPBU, menjadi lebih positif di mata konsumen. Oleh karena itu, saya akan tetap mempertahankan pelayanan tersebut. hanya saja perusahaan harus lebih tegas lagi kepada para petugas untuk lebih giat menjalankan program 3S.
Untuk tetap menjaga standar mutu, perusahaan juga harus tegas dalam memberlakukan peraturan dengan lembaga independen yang menentukan apakan sebuah SPBU layak atau tidak untuk diberikan sertifikat Pasti Pas. Cukup banyak SPBU yang sbenarnya sangat tidak layak untuk mendapatkan sertifikat Pasti Pas saat ini, seperti salah satu SPBU di bilangan Karawaci. SPBU tersebut masuh menggunakan mesin “jadul” yang berpotensi adanya kecurangan dan para petugasnya pun tidak melaksanakan 3S serta masih terlihat arogan, bahkan bensin Pertamax Plus pun tidak ada. Karena itu, untuk tahun-tahun kedepan tidak aka nada lagi SPBU “jelek” yang mendapatkan sertifikat Pasti Pas karena proses penilaian akan lebih ketat lagi.
Program Customer Relations harus dipertahankan dan diperbaiki dalam waktu dekat agar para konsumen tidak lari ke kompetitor karena tidak seragamnya pelayanan yang diberikan oleh tiap SPBU. Jika perlu, pelayanan semua SPBU diseragamkan dengan pelayanan yang diberikan olehh SPBU yyang ada di Rest Area tol Jakarta-Tangerang yang merupakan SPBU terbaik di Indonesia.
b. Investor Relations
Untuk yang satu ini, saya akan lebih memberikan perhatian kepada para investor pada program jangka pendek karena investasi biasanya diperhitungkan setiap tahun. Para investor sangat menginginkan investasi mereka memberikan profit yang besar. Investor/Financial Relations harus berfookus pada kepentingn stockholders dan stakeholders. Itu adalah sebuah hokum, dan dibayar dengan dividen.
Perusahaan akan lebih transparan lagi dalam pengelolaan keuangan agar investor percaya dan mau berinvestasi. Apalagi Pertamina adalah BUMN dan BUMN selalu lekat dengan image sarang korupsi. Perusahaan harus menghilangkan image tersebit dari pikiran konsumen dan mengubah mindset mereka karena Pertamina bukanlah BUMN biasa melainkan BUMN yang sudah berskala internasional dan sudah menjauhi praktek-praktek korupsi demi kemaslahatan bangsa.
2. Jangka Menengah
Untuk program jangka menengah, saya akan berfokus pada government relations, employee relations, dan media relations. Ketiga program komunikasi terpenting setelah customer relations ini akan membawa perusahaan pada kestabilan untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
a. Government Relations
Membangun hubungan yang berarti dengan pemerintah terkait adalah sangat mendasar bagi kesuksesan sebuah indurstri pada dunia politik saat ini. Lobbying, merupakan sebuah cara yang legal untuk memengaruhi wakil rakyat keberlalngsungan sebuah industry. Sementara Public Affairs, merupakan sikap terhadap isu-isu controversial dari kepentingan public yang diperlukan untuk kesuksesan bisnis saat ini.
Untuk itu, perusahaan akan berupaya dengan sebaik mungkin untuk penjalin hubungan yang baik dengan pemerintah dengan cara melobi mereka supaya perusahaan dapat diberikan keleluasaan dalam menjalankan aktifitasnya, terutama sebagai BUMN yang mengurusi hajat hidup orang banyak. Hubungan dengan pemerintah, termasuk para wakil rakyat, tidak boleh luput sedikitpun dari perhatian perusahaan. Lobi-lobi penting harus sukses untuk goal.
Sementara untuk Public Affairs, perusahaan harus mampu menanganinya secara tenang karena menyangkut urusan public hingga ke seluruh Indonesia. Apalagi jika sudah menyangkut isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Public pasti tidak akan menyetujui hal tersebut, walaupun bagi perusahaan itu adalah keputusan yang sulit. Jika hubungan perusahaan dengan pemerintah berjalan dengan baik, maka beban perusahaan salam hal itu tidak akan terlalu berat karena tidak perlu menanggung beban seluruhnya.
b. Employee Relations
Komunikasi internal adalah kuncinya: dengan mengetahui para pekerja bahwa mereka senang dan menyebarkan berita yang baik melalui teman-teman dan keluarga mereka. Jangan mengejutkan para pekerja, buat mereka menjadi bagian dari proses perencanaan dan menjaga mereka tetap diberikan informmasi.
Saya akan lebih melibatkan para karyawan mulai dari tingkat board of director hingga para pekerja di SPBU untuk menjalankan program-program perusahaan. peningkatan SDM juga akan dilakukan demi menghadapi persaingan global yang sangat sulit. Perusahaan akan banyak memberikan penghargaan bagi karyawan-karyawan yang berprestasi guna memacu mereka bersaing untuk menjadi lebih baik. Pelatihan-pelatihan serta refreshing juga rutin diberikan kepada mereka agar loyalitas tetap tinggi.
c. Media Relations
Menjalin hubungan yang baik dengan media merupakan hal terpenting agar isu-isu mengenai perusahaan dapat teratasi dengan baik karena Pertamina merupakan perusahaan yang dimiliki public juga. Selain itu, nilai berita yang selalu tinggi yang dimiliki perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan publisitas dari media-media baik cetak maupun elektronik yang ada di Indonesia. Dengan begitu, citra yang dibangun perusahaan akan hamper selalu baik.
Media gathering merupakan salah satu sarana yang cukup efektif untuk dapat mengambil hati media. Mungkin media akan menjadi lebih subjektif dan akan lebih mendukung perusahaan, tapi itu adalah hal yang baik bagi perusahaan. Selain itu, perusahaan akan lebih banyak mengadakan acara-acara yang melibatkan media setiap tahunnya agar mereka merasa dekat dengan perusahaan.
3. Jangka Panjang
Program-program yang dijalankan untuk jangka panjang tentunya akan mengarah pada masa depan. Saya akan lebih memprioritaskan pada program CSR (Corporate Social Responsibility) dan RD (Research and Development) untuk kesejahteraan bangsa sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak. Untuk program CSR, mungkin akan saman dengan program-program CSR yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan besar yang lain. Namun, sejalan dengan berjalannya program CSR, perusahaan juga akan terus menemukan dan mengembangkan sumber energy alternative yang lebih ramah lingkungan. Disamping karena bahan bakar yang berasal dari minyak bumi akan segera habis dalam jangka wakti 10-15 tahun ke depan, Pertamina juga akan melakukan pembaharuan tersebut sebagai pelopor dunia yang mampu menjadi pionir dalam pengembangan teknologi yang memungkinkan dunia perminyakan tidak lagi merusak bumi, malah menjaga bumi serta menyejahterakan rakyat. Dengan bahan bakar yang berasal dari sumber nabati, perusahaan akan bekerjasama dengan bidang pertanian yang tentunya akan dapaat lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan pengolahan minyak yang berasal dari dalam bumi. Pertamina, akan menjalankan program yang berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat, agar bisa bersahabat dengan publik dan bumi.